Selasa, 03 Agustus 2010

Lewat Setengah Purnama Kususur Tapakmu

SINDORO ITU TINGGI, KATA MEREKA
KATAKU, IA JUGA BESAR DAN KEKAR
TAPI MUNGKIN KARENA KULIHAT
DI ATAS SANA TERDAPAT CAHAYA NIKMAT
KAKIKU TERAYUN, MANTAP….
SAMBIL MENGUSAP EMBUN
MENGUSIK ANGAN, MENYIBAK ILALANG
YANG MENINGGALKAN GORESAN PADA KEDUA LENGAN
KUSUSUR TAPAKMU….

SEMENTARA BATU-BATU MNGELUH
BARANGKALI TANDA LANGKAHKU DIKENALNYA

ADA GALAU ENTAH PUNYAKU
ADA RINDU ENTAH MILIK SIAPA

GUNUNG ITU TINGGI, KATAMU
KATAKU,CEMARA ITU JUGA TINGGI
(DAN KAMI SAMA-SAMA TAHU)
TAPI MUNGKIN KARENA KULIHAT
DIATAS SANA TERDAPAT CAHAYA NIKMAT
MESKI BEGITU BANYAK AKU BERJALAN
BEGITU RUPA BICARA
BEGITU RESAHPUN TERLEBUR

MESKI MAKIN LAMA MENJANGKAH LANGKAH, TERJEGAL
DAN EMBUN DINGIN MENYUSUP ANGAN-ANGAN
KUSUSUR TAPAKMU
DAN AKU MENYUSURNYA SAMPAI DI LANGIT

LEWAT SETENGAH PURNAMA BULAN YANG DIAM
ANTARA DINGIN UDARA DAN BISIK-BISIK SEPI ILALANG
DAN KEMBANG-KEMBANG YANG MEMBURU DIBELAKANG
KUSUSUR TAPAKMU
SAMBIL MENGENANG KEINDAHAN JIWA

MENEMBUS KABUT MENGEJAR SINAR
MENGGUSARKAN, MEMANG ….
KARENA KADANG KEHILANGAN, KADANG KETAKUTAN
(JIKA KAU MENGHAPUS TAPAKMU)
TAPI KUSUSUR TAPAKMU
DAN AKU MENYUSURNYA SAMPAI DI LANGIT
DENGAN HARAPAN, NANTI DISANA
DIATAS SANA
KUDAPATKAN MATAHARIKU

(Sindoro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar