Sabtu, 07 Agustus 2010

Mengajar dengan Kegembiraan, dengan Ketulusan, dengan Cinta (bagian I)

Kubayangkan sejenak tempat ku mengajar...
kelas, ruang dan tempat duduk anak-anak, seperangkat alat tulis, buku absensi, buku daftar nilai, buku paket pelajaran....
Kubayangkan dan kudengarkan dengungan para siswa-siswi atau aku lebih senang dengan sebutan anak-anakku yang senantiasa tertarik dan memperhatikan aku, gurunya, " ibunya ".
Kuperhatikan tangan-tangan teracung dengan antusias,tubuh-tubuh condong ke depan penuh rasa ingin tahu, dan gemuruh suka cita ketika anak-anakku paham dan mengerti 90-100% ilmu yang kutransfer di dapatnya.
Subhanaallah...
Bangga, haru, sekaligus cemas... Ya Allah semoga apa yang kusampaikan, kuberikan pada anak-anakku setiap harinya selalu berada di jalan kebenaran, dan itu jalanMU.
Setiap aku melihat atau menemukan diantara anak-anakku tidak semangat dalam belajar, tidak mau mengerjakan latihan soal, atau lupa mngerjakan PR, bahkan melakukan hal-hal yang tidak perlu seperti usil pada teman, gaduh, dsb maka ku ingatkan pada mereka bahwa " Aku datang (ke sekolah) untuk belajar" dan nanti " Aku pulang bawa Ilmu". Dan rupanya itu cukup efektif untuk mengembalikan suasana/mood nya untuk belajar.
Aku sedang belajar bagaimana menjadi seorang GURU. Karena awalnya aku tidak punya cita-cita menjadi guru. Tetapi aku senantiasa terpikir dan punya keinginan " Setiap anak yang terlahir di dunia ini bisa hidup MANDIRI bukan karena kekayaan atau kebesaran nama Bapak-ibunya, melainkan karena ia punya modal: Pintar, Cerdas, Tidak Malas, Sosial, Peka, Arif, Peduli Sesama, Beriman". (Ya Allah, kabulkan doaku!)
Aku membaca buku Quantum teaching (BOBBI DePORTER,dkk) tentang cara " Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa" dan baru sampai pada bagian " Mengorkestrasi Suasana yang Menggairahkan". Yang ingin kulakukan buat anak-anakku (yang kudapat dari buku itu) adalah Kekuatan-Terpendam Niat, Jalinan Rasa Simpati dan Saling Pengertian, Keriangan dan Ketakjuban, Pengambilan Resiko, Rasa saling memiliki, dan Keteladanan.
Untuk mewujudkan hal itu, untuk dapat menyajikan ORKESTRA PEMBELAJARAN. Aku HARUS menata PANGGUNGKU...!Menata panggung untuk belajar.
Segala sesuatu di ruang kelasku " berbicara ". Setiap detail mengabarkan sesuatu tentang diri ku dan sikapku terhadap hal mengajar dan belajar, itu benar!
Lingkungan kelasku bertaburan isyarat, dan secara sadar atau tidak, anak-anakku mengikuti isyarat-isyarat tersebut.Semua isyarat ini mewarnai pengharapan anak-anakku dan pada akhirnya, seluruh pengalaman belajar mereka.. itu benar juga!
" Panggungku" harus berhiaskan : 1.Suasana yang penuh kegembiaraan,2. Landasan atau kerangka kerja,3. Lingkungan berupa pencahayaan, warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, musik, dan 4. Rancangan yang berupa penciptaan terarah.
Jika semua itu dapat kutata dengan cermat dan terlaksana....AMAZING!
Dan ORKESTRA siap untuk dipentaskan....! Subhanaallah...!
Tanpa kita sadari irama belajar mengalun dengan indah, dinamis... membuat anak-anakku merasa aman menikmati orkestrapembelajarnku, bahkan larut menyatu dalam tiap nada-nadanya, belajar dengan suasana menyenangkan dan tak terlupakan, bahkan tanpa mereka sadari "musik" yang kumainkan sudah selesai,mereka masih asyiik tanpa terasa bahwa sudah berhenti, waktunya habis, tapi mereka tak ingin usai.
Terasa kehangatan mereka memperlunak perlawanan seraya mereka membiarkan teman-temannya berbagi, tertawa, dan merayakan kegembiraan dan ketakjuban belajar. Itu benar...!
Ya Allah, bilakah semua ini dapat tercipta setiap masa, setiap waktu, sampai terwujud cita-cita seluruh anak-anakku? Sebagus apakah penampilan Orkestrasi Pembelajaranku? Benarkah keterlibatanku?
Karena setiap semua selesai, setiap kali tumbuh keraguanku... Aku Belum Bisa Apa-apa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar